LAGU JAMBI (SUMSEL)

Pakaian Adat Palembang

Pakaian Sumatera Barat

Pakaian Sumatera Barat
Foto Bersama

Jembatan Ampera

Kontributor

Senin, 06 Juli 2009

Tour Jakarta Bangkok






Tour Jakarta Bangkok Dengan Bumiputera

Hari 1 ( Pertama) di Bangkok

Pada Tangal 5 Pebuari 2008 jam 17.00 wib kami berjumlah 60 Org dari sejumlah daerah di Indonesia di kumpulkan di Hotel Century dalam rangka perjalan Tour ke Bangkok, ini adalah reward dari Bumiputera yang diberikan kepada Marketing yang telah berhasil mencapai target Rp 1,5 Milyard utk periode thn 2007.

Kami di jamu makan malam disamping untuk briefing terachir juga pemberian uang saku dan menginap semalam untuk keberangkatan besok jam 7.00 pagi. Setelah makan malam

Ketua Rombong dari travel memberikan penjelasan hal untuk keberangkatan , Rombongan dibagi dua yaitu, rombong pertama diberi tanda pita merah dan rombongan kedua diberikan pita hijau. Setelah selesai jam 21.00 kamipun dipersilahkan beristrirahat setelah masing2 diberikan kunci kamar dan kebetulan saya membawa istri jadi kami diberi satu kamar.

Keesokan pagi, setelah semua sarapan pagi tempat jam7.00 wib rombongan berangkat menuju Bandara Sukarno - Hatta, Tiba di Bandara jam 09.00 wib kita langsung Check in / Boarding dan Jam 11.10 wib pesawat take off menuju Bankok Via Kualaumpur dengan MH 710 dengan masa penerbangan ke Kualalumpur lebih kurang 3 Jam. Tiba di Kualalumpur jam 14.10 dan Transit, melanjutkan perjalanan menuju Bangkok dengan pesawat Malaysia airlines – MH 782.

Jam 16.20 kami tiba di Airport Bangkok Suvarnabhumi yang masih baru diresmikan yang bisa menampung puluhan pesawat dari beberapa Negara, juga dengan kapasitas landing dan take of dua jalur sekaligus. Kami semua turun dari pesawat untuk pemeriksaan imigrasi berbaur dengan penumpang lain yang sama 2 tiba di Bendara Bangkok tsb, antriannya cukup panjang memakan waktu cukup lama utk pemekriksaan Imigrasi.

Setelah semuanya selesai dengan urusan imgrasi, dengan dipandu petugas Travel di Bangkok, kami menuju mobil yang sudah disiapkan dan kami difoto bersama dengan sorang wanita Thailand dengan dikalungi seuntai bunga. Selanjutnya berserta rombongan kami dibawa kesebuah Restoran bernama Royal Dragon untuk makan malam, yang menurut Gaide adalah Restoran terbesar disana, untuk melayani tamu para pelayannya harus memakai sepatu roda agar cepat dalam memberikan pelayanan .

Selesai makan malam kami langsung menuju hotel bernama Emerad Hotel dengan alamat 99/1 Ratchadapisek Rd Din Daeng yang sudah dipesan terlebih dahulu oleh rekanan dari Travel Jakarta. Sampai di Hotel jam sudah menunjukan pk 20.30 malam, setelah diberi kamar masing 2, kami disuruh beristirahat karena pada malam itu tidak ada acara, tapi bagi yang mau berjalan jalan dipersilahkan, akan diantar oleh Gaide , teman2 ada yang ingin melihat acara yang popular bagi Tourist adalah pertujukan Tiger Show Plesetan ( Thailand Girl Show ) merupakan aktraksi extrim antara Pria dan Wanita, sedangkan saya dan istri memilih untuk istirahat dan tidur.

Bersambung

Selasa, 02 Juni 2009

Pernikahan dengan pakaian adat Sumatra Barat









Pernikahan Antara Sumtera Barat dengan Betawi

Kembali aku menjadi Among Tamu pada pernikahan Keponakan pada Tgl 09 Mei 2009 bertempat di TMII Antara Erzan Bahsan Putra dari Drs Bahsan dari daerah Sumatera Barat dan Vanny H Ruslan dari Daerah Betawi dan yang dipakai adalah Adat Sumatera Barat. Sedang yang dipakai adalah pakaian dari daerah Sumatera Barat. Berbeda dengan perkawinan dari daerah lain, chususnya perkawinan dari Sumatera Barat sedikit Unit.

Secara Chusus banyak sekali ritual2 yang harus dilakukan kalau menurut yang sebenarnya, tapi disini yang diutamakan adalah acara penyerahan carano kepada calon penganti Pria dari pihak mempelai wanita dimana, disini pihak calon mempelai Wanita harus melakukan peminang dengan membawa symbol sebuah tempat ( Carano ) yang mana didalamnya berisikan beberapa lembar daun sirih hijau, kapur sirih, sebuah pinang, gambir dan sebungkus rokok yang akan diserahkan kepada calon mempelai pria sebagai tanda bahwa keluarga wanita menginginkan calon mempelai pria menjadikan suami dari anak perempuan keluarga calon mempelai wanita.

Jam 7.30 pagi acara untuk peminanganpun dimulai kami dari pihak mempelai pria sudah bersiap-siap menantikan kedatangan dari keluarga calon mempelai wanita, kedatangan perwakilan mempelai wanita itupun kami sambut dan kami persilahkan masuk kedalam rumah, dengan diwakili tetua dari calon mempelai pria kamipun menanyakan maksud dan tujuan dari kedatangan mereka, dengan sedikit berbasa basi dengan bahasa minang mereka lalu menyampaikan maksud dan tujuan mereka sambil menyerahkan tempat ( carano ) yang berisikan daun sirih dan kelangkapnya itupun kami terima.

Setelah itu wakil dari tetua pihak mempelai Pria meminta waktu untuk kami beruding sebentar, meminta kesepakatan apakah pinangan pihak wanita itu dapat diterima atau tidak, kamipun sepakat untuk diterima, kemudian tetua kami mengambil sehelai daun sirih,sedikit kapur, dan gambir kemudian dalipat dimakan, secara simbolis dangan dimakannya pemberian dari pihak mempelai wanita, ini sudah menunjukan bahwa pinangan pihak mempelai wanita diterima.

Kemudian kami menuju ke mesdjid yang ada di komplek TMII untuk melangsungkan akad nikah dari kedua calon mempelai ini, dimesdjid kami sudah ditunggu penghulu dari ( KUA) , ijab Kabul segera dilaksanakan cermat dan singkat, setelah kedua mempelai selesai mengucakap ijab Kabul selanjutnya dari pihak mempelai pria , sesuai dengan adat minang maka dilaksanakan pemberian gelar dari Datuk dari suku Chaniago , gelar dibacakan oleh tetua kami dan gelar diberikan kepada mempelai pria dengan gelar Sutan Mandjo Indo .

Selanjutnya kedua mempelai disuruh memohon restu dari masing 2 kedua orang tua mereka, kalau adat Jawa yaitu acara sungkeman , setelah doa restu diberikan kepada kedua mempelai serta kami menuju gedung utama untuk menganti pakaian minang sebagai perlambang adat minangkabau, sayapun menganti pakaian dengan pakaian adat minang sebagai Among Tamunya. Selesai menganti pakaian kamipun bersatap bersama-sama kedua mempelai dengan santapan Lontong Cap Gohme supaya pada saat menerima tamu nanti tidak kelaparan atau masuk angin karena jam 11.00 siang para tamu undangan mungkin sudah pada datang sesuai dengan undangan yang diberikan, setelah semuanya selesai bernganti pakaian semuapun bersiap-siap untuk menempati sesuai dengan posisi masing-masing.

Tepat jam 11.00 siang kedua mempelai diiringin dengan musik khas daerah masuk keruangan resepsi menuju pelaminan untuk disandingi sebagai Raja & Pemasuri sehari , tamu2pun sudah banyak yang datang menunggu pengantin memasuki ruang dengan sabar, untuk memberi doa dan ucapan turut berbahagia atas pernikahan kedua mempelai. Suasana Minangkabau banget karena panggung di design dengan gaya rumah minangkabau bentuk khas rumah minang seperti ujung atap rumahnya runcing menyerupai tanduk kerbau.

Tamunya satu persatu menaiki pangung untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai dan selanjutnya dipersilahkan melahap makanan yang kami siapkan, meraka juga dihibur dengan musik organ tunggal dengan menyanyikan lagu daerah minang, tamu yang hadir juga cukup banyak tapi semuanya mendapat makanan yang cukup karena disediakan dengan berbagai rupa seperti, Nasi kapau, sate Padang , siomay, nasi goreng , es Krim , buah2 an minuman dan lain – lainnya.

Pukul 13.00 siang pesta penikahanpun selesai berakhir , maka berakhir juga tugas saya sebagai Among Tamu untuk kemudian kembali lagi melayani Customer untuk keesokan harinya sebagai tugas rutin dari perusahaan tempat saya berkerja.

Selamat Atas pernikahannya Erzan dan Vanny semoga kalian dapat menempuh hidup yang baru dalam rumah tangga dan dikarunia anak-anak yang sehat, cerdas dan berahlak serta mencitai kedua orantuanya. Amin

Dari Om Emran Hs & Kel.

Jumat, 22 Mei 2009

Pernikahan dengan Pakaian Palembang







Pernikahan Dilaksanakan Secara Adat Palembang
Nita & Vandy

Pada tanggal Minggu, 15 Maret 2009 saya ikut sebagai Among tamu pada acara Pernikahan Mainita Hidayati ( Nita ) Putri dari kel H.Keman AS dari suku Jawa, teman Sejawat dari AJB Bumiputera 1912, dengan Vandyarman Mulya Priyanda ( Vandy ) Putra dari Ir H Chrisna Damayanto dari suku Palembang, bertempat di Gedung Bidakara, Birawa Room Hotel Bumikarsa Pancoran-Jakarta Selatan.

Tepat pukul 11.00 Wib Acara dilaksanakan dengan adat pelembang kedua pengantin memasuki ruangan repsesi dengan urutan kedua mempelai, Ayah & Ibu kedua mempelai, Saudara kandung kedua mempelai, menuju kepelaminan untuk disandingkan dengan di irinngi Rabana dan di kawal dua orang prajurit berpakaian adat Palembang dan disambut oleh beberapa penari yang juga berpakaian daerah Palembang.

Dengan diselingi tari dari penari Putri yang cantik2 berpakaian daerah Palembang dan pantun, membuat tamu yang hadir dengan cermat mengikuti acara perhelatan pernikahan tsb, mereka dengan sabar menunggu kedua mempelai tersebut naik ke atas panggung menuju singgahsana untuk di sandingkan sebagai Raja & Pemasuri sehari. Yang nantinya kedua mempelai akan menerima Ucap selamat dari tamu2 yang mereka diudang.

Kemudian kedua orang tua mempelai dengan diwakili oleh masing pihak memberikan sambutan berupa petuah2 maupun wejangan mengenai pernikahan agar kedua mempelai tersebut dapat melewati masa2 sulit dalam mengarungi samudra kehidupan,dan menjadikan mereka sebagai keluarga berbahagia sampai di hari tua mereka, selanjutnya pembacaan Doa untuk kedua Mempelai oleh Ustad Swasono agar mereka nanti bisa menjadi keluarga Sakinah mawadah dan warochmah,

Tempat pukul 11.35 siang setelah pembacaan doa selesai, para tamu dipersilahkan berbaris menuju pelaminan untuk memberikan doa dan ucapan selamat kepada kedua mempelai dan dilajutkan menikmati makan siang yang telah disiapkan oleh kedua mempelai.Dan tak lupa juga para tamu dihibur oleh Simply Six Band untuk menghidupkan suasana pesta pernikahan tsb.

Sedangkan saya sendiri sebagai Among Tamu disibukan menerima tamu yang jumlah cukup banyak, tediri dari kedua belah pihak keluarga maupun teman2 mempelai, dan mempersilahkan mereka untuk menikmati sajian yang ada, banyak juga para tamu2 diabadikan berfoto bersama, dengan kedua mempelai sebagai kenangan2an bagi mereka

Mejelang pukul 13.00 siang tamu2 yang datang mangkin berkurang dan kami dari Among tamu bergatian untuk makan siang ditempat yang sudah disiapkan, kemudian kamipun diabadikan juga berfoto dengan kedua mempelai untuk dokumentasi. Setelah tamu beransur-ansur pulang karena waktu untuk gedung harus selesai dipakai jam 13.00 siang, maka berakhir juga suatu pesta penikahan antara dua suku berbeda yang sangat meriah antara Nita & Vandy, membawa suatu kenangan-kenangan mudah2 sekali untuk semur hidup, yang tak dapat dilupakan oleh kedua mempelai .

Selamat Menempuh Hidup Yang Baru

Semoga selalu berbahagia sampai di Hari Tua

Untuk Nita & Vandy


Selasa, 12 Mei 2009

Pernikahan Septi & Tya







Pada Tanggal 19 April 2009 di JCC Senayan diadakan pesta pernikahan antara Septi Arun Dwi Saputra 25 tahun, Letnan Dua Pernebang TNI AU anak Dari Marsda TNI ( Purn ) Bpk Sutrisno SP dan Kania Devi Restya 24 Tahun, adalah anak dari BpkMarsekal TNI AU (Purn) Djoko Suyanto, mantan Panglima TNI Pertama di Indonesia yang berasal dari kesatuan TNI AU

Saya datang berdasarkan undangan dari keluarga Marsda TNI (Purn) Bpk Sutrisno SP yang merupakan teman sekolah waktu kami sama2 duduk dibangku sekolah SMP III di Palembang pada tahun 1960, beliau waktu itu tinggal di Pelabuhan Udara Talang Betutu.
Tepat pukul 18.30 upacara pesta pernikahan Septi @ Tya diawali dengan Tradisi Pedang Pora , untuk menghormati seorang penerbang dengan barisan pengawal dengan pakaian lengkap kebesaran TNI AU serta senjata pedang terhunus, bebaris dikiri dan dikanan, sedangkan kedua pengatin berada ditengah barisan tsb.

Dengan satu aba2 dari komandan pasukan, diperintahkan bergerak, barisan berjalan perlahan lahan dengan tegap menuju kepelaminan pengantin, diikuti kedua mempelai, mempelai pria memberi hormat secara meliter kepada rekan2nya sedangkan tangan kirinya memengang sebuah lilin yang menyala, semua lampu ruangan aula dimatikan. Setelah sampai didepan pelaminan komandan pasukan memerintahkan pasukannya berhenti, kemudian komandan pasukan memerintahkan pasukan mengelilingi kedua pengantin dengan formasi lingkaran, sehingga kedua mempelai berada ditengah2 tengah lingkaran.

Selanjutnya komandan pasukan memerintahkan kepada semua barisan pengawal untuk memberikan hormat terakhir kepada kedua mempelai, dengan sigap semua pasukan memberi hormat senjata secara meliter, selanjutnya mereka berbalik kebelakang dengan mengangkat pedang mereka, dan membentuk dua barisan kembali, yang satu barisan kesebalah kanan, dan satu barisan lagi kesebelah kiri kembali kedua pengantin berada di tengah2.

Dilanjutkan dengan menyerahkan tropi sebagai perlambangkan dari kesatuan penerbang bahwa mempelai pria sudah sah melepaskan masa lanjangnya, kedua mempelai selanjutnya langsung menuju panggung singgahsana untuk duduk bersanding diikuti barisan pengantar mempelai sebagai Raja sehari . Mereka sekarang harus menerima para undangan, yang datang dari berbagai bagai Angkatan, keluarga kedua belah pihak, lapisan masyarakat maupun petinggi negara antara lain dihadiri Oleh Orang No.1 Indonsia Pres SBY, Wakil Pres Jk serta Ex Ketua Golkar Akbar Tanjung dll.

Hadir juga sebagai pembawa acara sdr Tantowi Yahya desertai Rekannya dari TVRI yang namanya saya lupa, para tamu undangan dengan tertip mengantri dari pintu masuk sampai kepelamin membetuk barisan yang panjang dengan tertip.Saya sendiri dibarisan belakang karena pada waktu acara berlangsung tamu2 sudah mulai berbaris menunggu sampai upacara selesai.

Ini ádalah suatu pesta pernikahan yang meriah yang pernah saya hadiri, antara dua anak mantan petinggi TNI AU (Purn), para undangan yang datang cukup banyak sehingga untuk sampai kepelaminan membutuhkan waktu ½ jam, saya baru bisa mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Setelah tamu selesai bersalaman mereka dipersilahkan menikmati makanan yang sudah tersedia diruang utama, maupun diruang depan dengan berbagai rupa makanan disajikan, Antaranya makanan keraton , somay, kambing guling, eskrem dll semua tersedia tingla kita memilih sesuai dengan selera kita masing2.

Menjelang jam 20.30 ketika saya mau pulang tamu yang datang masih ada, antrian masih panjang sampai didepan pintu masuk, dipakiran dekat pintu masuk saya masih sempat mengambil foto, mobil pengantin Mercedes Merah Ben Sport.



Selamat Menempuh Hidup Yang Baru
Semoga Selalu Berbahagia Sampai
Dengan Hari Tua
Untuk
Septi & Tya

Emran Hassan
20 April 2009

Senin, 20 April 2009

Kartini Dan Islam

Kartini dan Islam

Tentang Islam

Tulisan ini sengaja saya tampilkan lagi karena pada Tgl 21 April 2009 adalah hari kelahiran R Ajeng Kartini yang dibesarkan dalam lingkungan keraton, Sekedar untuk mengembalikan ingatan kita bahwa ada seorang wanita yang mempunyai pandangan luas tentang islam, saya sangat mengagumi beliau, karena pemikiran, pandangan serta wawasan yang sangat luas melampaui jauh kedepan melawati jaman semasa beliau hidup.

· Ditengah kesepian dalam pingitan,pandang-pandangan Kartini tentang tema keagamaan begitu mendalam. Kartini melakoni dan memahami Islam tidak taken for granted .Baginya, berislam haruslah masuk akal dan sesuai dengan pemikiran.Ia mengakui kalau keislaman yang ia anut adalah semacam turunan dari nenek moyangnya. Seperti pada umumnya orang beragama,ia juga tak pernah diberi kesempatan untuk memilih agama apa yang ia kehendaki. Doktrin dan ritual di wariskan begitu saja.

· Walau begitu ,Jiwa pencarian Kartini tak pernah mati,”Tibalah waktunya jiwaku mulai bertanya: mengapa aku lakukan ini, mengapa ini begini dan begitu? “ pergolakan Kartini tentang keislam begitu dahsyat sehingga “ sesuatu “ yang menurut dia tak dipahami,dia tinggalkan.Dia lebih mengedepankan hal-hal yang masuk akal, hal yang bersifat substantive dibanding formalitas tapi dia tak mengerti .Kata Kartini “Jadi kami putuskan untuk tidak berpuasa dan melakukan hal-hal lain yang dahulu kami kami kerjakan tanpa berpikir, dan yang kami pikirkan sekarang ini tak dapat kami kerjakan tanpa berpikir, dan yang kami pikirkan sekarang ini tak dapat kami kerjakan.Gelap-kami merasa kegelapan –tak seorang pun mau menerangkan kepada kami apa yang kami tidak mengerti”.( Surat 15 Agustus 1902,kepada E.C.Abendonan )

· Sikap seperti itu tak membuat Kartini meninggalkan Agamanya. Bahkan proses pencarian ini semangkin meneguhkan keyakinannannya. Ia tetap menjadi Islam meski yang paling utama buat dia adalah kepercaan pada Tuhan meski ia diperlakukan tidak adil karena posisi sebagai perempuan, pandangan dia tentang Tuhan sangatlah positif, Kartini tidak pernah menyalahkan Tuhan, yang paling utama buat dia adalah kepercayaan pada Tuhan. Ia melakoninya sebagai sebuah takdir yang harus ia jalani dengan positif. Bagi Kartini, takdir itu bukan fatalisme atau penyerahan diri sehingga kehilangan kepercayaan diri: hanya pasrah dan menerima kondisi kita. Takdir menurut dia bisa mewujud menjadi suatu upaya dan usaha terus menurus tentang tugas yang diberikan Tuhan untuk meningkatkan diri dan melakukan hal yang terbaik. Ia terus menerus berproses dan mencari . maka tak mengherankan , meski dia dikungkung, pemikiran-pemikiran cerdas tetap keluar deras melalui tulisan tulisan. Lewat pemahaman seperti ini, saya melihat, Tuhan dimata kartini adalah kebajikan. Tuhan hidup dan hadir didalam hati dan jiwa manusia.

· Seperti yang diulas dengan bagus oleh Pramudya Anana Toer dalam bukunya Pangil Aku Kartini Saja , pandangan Kartini “Tuhan kami adalah Nurani, Neraka dan Surga kami adalah Nurani kami. Dengan melakukan kejahatan, Nurani kamilah yang mehukum kami, dengan melakukan kebajikan, Nurani kami pulalah yang memberi Kurnia.”

Tentang Poligami.

  • Dalam lingkungan kehidupan bangsawan Jawa tempat Kartini hidup, praktek poligami merupakan hal lumrah. Kebiasaan dan adat istiadat yang hidup dikalangan masyarakat , khususnya di kalangan priayi Jawa yang berkedudukan tinggi, memang menempatkan kedudukan perempuan tidak sama dengan kaum lelaki. Perempuan hanya berharga apabila ia dihubungkan dengan soal perkawinan. Dan perkawinan itu pun malah menjadi puncak penderitaan perempuan. Sebab, meskipun menjadi istri sah dari suaminya, para perempuan dituntut dan haruskan berbagi suaminya.

  • Kartini melihat kenyataan tak adil ini dengan kegeraman,” Saya akan menyinggung kaum lelaki dalam sifat mereka yang selalu mementingkan diri sendiri, egoistis. Celakalah mereka itu, yang menganggap egoisme lelaki semacam sesuatu yang sah dan adil “ Kartini tidak membesar- besarkan soal polgami ini, ia tidak berhayal, karena ia mengalami kepedihan akibat pratek yang menciptakan ketidak adilan ini dalam keluarganya yang terjadi pada ibunya sendiri.

  • Ibu kandungan Kartini yang bernama Ngasirah bukanlah raden ayu meskipun ia menjadi istri sah Bupati Sosroningrat, ayah Kartini .meski menjadi istri sah dan telah melahirkan delapan anak, Ngasirah tak berhak tinggal di rumah utama dan tidak dianggap sebagai ibu. Ia diperlakukan sebagai pembantu dan sekadar melahir kan anak. Ngasirah harus merangkak-rangkak dan menundu-nunduk karena ia berasal darimkalangan jelata,sementara ia dan saudara saudaranya karena berasal dari benih bangsawan bapaknya harus dihormati dan disembah oleh ibu kandungan sendiri.Sekalipun Kartini tidak pernah mengunkapkan secara terbuka penderitaan yang dialami ibu kandungnya, bisa dibayangkan bagaimana perasaannya melihat keanehan kehidupan keluarganya.” Saya melihat neraka dari jarak dekat – malahan saya berada dalamnya. Saya telah menyaksikan penderitaan ,dan merasakan sendiri kesengsaraan ibu saya, karena saya adalah anaknya.”

  • Perlawanan Kartini terhadap poligami dikalangan bangsawan Jawa pada akhirnya membawa dia kesadaran bahwa ia sendiri sudah hidup dalam bayang bayang musuh besar yang dilawannya. Ia sadar bahwa ia sedang berhadapan dengan lawan yang amat bengis dan kuat yang didukung adat istiadat,bahkan juga dibenarkan oleh agamanya, Islam. Tulis Kartini,”Saya putus asa. Sebagai manusia saya merasa seorang diri tidak mampu melawan kejahatan berukuran raksasa itu,dan yang aduh, alangkah kejamnya ! Dilidungi oleh ajaran Islam dan dihidupi oleh kebodohan perempuan sebagai korbannya,! Aduh ! saya pikir mungkin pada suatu ketika nasib menimpa kepada saya suatu siksaan yang kejam yang bernama Poligami itu! Saya tak mau ! mulutku menjerit ,hatiku mengemakan jeritan itu ribuan kali ?” ( Surat kepada Nyonya Abendanon Mandri Tertangal Austus 1902 )”

  • Tiga tahun kemudian setelah menulis itu kejahatan besar selama ini ia lawan menimpa dirinya.Ia menikah dengan lelaki yang sudah memiliki tiga istri dan tujuh oran anak. Sebulan sebelum ia menikah, Ia menulis surat kepada Nyonya Abendano bahwa ia merasa telah mati sia-sia. Secara fisik dan moral telah patah, tak mempunyai kekuatan apa-apa lagi. Ia merasa gagal dalam perjuangannya, tak suatupun hasil yang dicapainya. Semuanya, segala cita-cita telah runtuh oleh egoisme orang-orang karena dilandasi tradisi dan Agamanya.

  • Setelah menikah, Kartini tidak memberontak lagi, tidak menjeritkan kegelisahan dan protesnya terhadap kedudukan dan nasib perempuan Jawa, termasuk soal Poligami .Tampaknya Kartini berusaha berdamai dengan keadaan yang dialaminya meski, menurut saya, (penulis) usaha itu tak berhasil. Kartini tetaplah tak bisa berlangsung lama dalam kehidupan pernikahannya. Empat hari setelahkan melahirkan anaknya, ia meninggal, membawa cita-cita dan perjuangannya meski cita-cita dan perjuangan itu tak akan pernah mati sampai detik ini.


Koran Tempo selasa 22 April 2008
Nara Sumber : Nong Daro Mahmada
Peneliti Freedom Institute dan Jaringan Islam Liberal

Kamis 20 April 2009
Utk direnungkan.

Kamis, 16 April 2009

Sekilas Mengenai Pempek ( Makanan Khas Kota Palembang


Membicarakan Pempek tentunya kita akan ingat dengan Kota Palembang yang terletak ditepian sungai Musi dengan Jembatan Ampera yang terkenal membelah kota palembang menjadi dua yaitu seberang ulu dan seberang ilir. Awal kepindahan saya dimulai pada tahun 1952 dari tempat asal saya kota Padang Sumatera Barat, setahu saya makanan pempek ini sudah ada saat datang ke kota ini, dan merupakan makanan kesukaan saya sampai saat ini.

Pempek ini bukan asli dari makanan wong palembang itu sendiri, tetapi adalah perbauran antara budaya etnis cina dengan wong Palembang, makanan khas ini awalnya dijual oleh mpek2 ( kakek2 cina ) dengan berkeliling kampung dengan memikul bakul, entah bagaimana cara mereka meneriakan makanan yang terbuat dari sagu itu kemudian menjadi mpek2 (pempek). Tahun berganti tahun lama2 kemudian menjadi mata pencaharian dari masyarakat pelembang dengan ikut membantu menjadi penjual dangan mendapat upah dari penjualan tsb.

Selanjutnya mereka juga mencoba untuk membuat sendiri serta menjual langsung kepada masyarakat dengan berkeliling kampung, diikuti juga oleh warga daerah disekitar kota Pelembang sehingga merupakan makanan yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat daerah Pelembang Chususnya. Kemana kita pergi akan kita temui orang menjual pempek ini baik dari kelas gerobak maupun yang menjajakan secara keliling serta kelas yang ada direstoran, maupun kelas di hotel2 palembang, sedangkan mengenai rasa tergantung dengan seleranya masing masing.

Bahan untuk pembuatan Pempek dibuat dari tepung sagu dengan campuran ikan belido ( Belida) ikan Khas sungai Musi , kemudian lama kelamaan dengan berkurangan hasil tangkapan Belida maka bisa juga dengan ikan gabus ataupun ikan tenggiri. Kedua bahan ini dicapur dengan ikan yang sudah dihaluskan diberi garam secukupnya, selanjutnya dibentuk menurut jenisnya seperti Pempek kapal selam dengan isi kuning telor, pempek adaan dengan diberi daun bawang sebagai pelezat, pempek lenjer, pempek kulit, pempek kriting ( seperti krupuk ), pempek pastel dicampur dengan parutan pepaya, semuanya lalu direbus sampai mateng dan didinginkan dan siap untul dijual.

Tidaklah lengkaplah apabila makan pempek ini tidak memakai cuka, untuk itu kita buatlah cukanya. Sebagai kelengkapan bahan yang diperlukan untuk pembuatan cuka, diperlukan bahan2 seperti, gula aren (gula merah) dari palembang, kecap juga dari palembang, cabe rawit , udang kering dan cuka tentunya. setelah semua ada sesuai dengan takarannya lalu dimasak sampai dengan mendidih kemudian didinginkan, dan bisa disimpan dalam kulkas biar tahan. Soal rasa dari cuka ini tergantung siapa yang membuatnya

Pempek yang terkenal di Palembang pada waktu saya masih di SMA pada tahun 1960 adalah Pempek Mang Dolah 8 illir Pelambang (Pasar Kuto), Pempek 26 illir yang ini sempat pada tahun 1980 berdagang di Roxi dekat Bioskop Roxi , Pempek Saga dibioskop Saga. Setiap malam selalu dikunjungi oleh orang dari mana saja, rasanya luar biasa sekali pempeknya lembut gurih ikannya terasa sekali, begitu juga dengan rasa cukanya, pedas, manis, asam,bercampur aduk, apalagi bila dimakan pempeknya selagi panas, hmmm ......nikmatnya.

Untuk melepaskan kerinduanku terhadap makanan Pempek ini pada tgl 9 April 2009 jam 10.30 setelah pemilu, saya keluar mencari makanan kesukaan, dan yang aku pilih adalah Pempek Pak Raden cabang Bekasi yang dikelola oleh Pak Devin masih Cabang dari Depok. Saya juga berjumpa dengan Bapak I Nyoma Suyasa berserta Istri dan anaknya yang berasal dari Bali, datang juga menikmati makan Pempek khas Palembang.

Menurut beliau ini sudah menjadi kebiasaan sejak dulu, mereka sangat menyukai makanan Pempek khas Kota Palembang, jadi makanan Pempek ini sudah meluas sampai ke pelosok Nusatara tanpa memandang dari daerah dan suku mana mereka berasal. Semua menyukai Pempek Khas Palembang yang menjadikan ciri suatu daerah tertentu di Nusantara kita yang perlu kita lestarikan sebagai salah satu bagian dari macam2 masakan kuliner.

Sekarang untuk mencari makanan Pempek khas kota Palembang tidak begitu sulit karena kebaradaan sudah tersebar di Jabodetabek sbb:

Bekasi Ada 1. Pempek Pak Raden di JL: A.Yani Blok A10 No.12A Komp Ruka Sentral Niaga
2. Pempek Gaby sebelah Mall Naga di Stasiun Kranji
Depok 1. Pempek Pak Raden Jl; Margonda Raya dengan Cabang2 di Bandung ,Jakarta.

Jakarta ada1. Restoran Cawan Putih Jl Sabang
2.Pempek Pak Edy di Pakiran St Theresia
3.Pempek Megaria Jl: Diponegoro Menteng
4.Pempek Garuda di Jl: Garuda Kemayoran

Jakarta Sel. 1. Pempek Pak Johan Jl: Raya Cileduk Petukangan Selatan

Jakarta Barat.1. Pempek( Pak Raden) Pak Iwan Rifai Jl: Raya Pesangrahan

Nah sekarang terserah anda yang ingin menikmati Pempek khas Pelembang ini silahkan. tinggal mencari di Wilayahnya masing2 utk sekedar ingin melepaskan kerinduan terhadap kampung halamanan maupun penggila makanan Pempek Khas Palembang ini.

15 April 2009

Selasa, 31 Maret 2009

Tragedi Kabupaten Tanah Datar (Sum-Bar) dan Situ Gintung

Kembali Allah Swt Memberikan Cobaan kepada umatnya, adakah manusia melihat akan tanda2 itu ?, setiap terjadi suatu musibah besar, tanpa kita duga sebelumnya selalu memakan korban, Anak, Istri, Suami, Sanak keluarga, Harta benda, serta handai tolan. Misalnya seperti Peristiwa Sunami di Aceh, Situ Gintung di Kelurahan Cireundeu di Tanggerang, Banjir Bandang di kabupaten tanah datar Sumatra Barat, dll disuatu tempat, saya selalu memperhatikan suatu kenyataan bahwa betapa Allah menunjukan keberadaannya , melalui simbol 2 Mesdjid sebagai Rumah-Nya tidak tersentuh oleh keganasan suatu tragedi besar tsb diatas.

Ini berarti bahwa Allah swt sangat mudah menghancurkan apa 2 yang ingin dihancurkan, dan melindungi apa 2 yang ingin dilindunginya, di Aceh dalam Peristiwa Sunami Mesdjid tetap berdiri dengan kokoh , sedangkan bangunan yang berada di kiri kanannya rata dengan tanah, begitu juga dengan peristiwa di Situ Gintung kembali Mesdjid tidak tersentuh, tetap berdiri dengan kokoh, banjir hanya menghancurkan bangunan di kiri kanan , kemudian di Padang terjadi bandjir bandang , kembali Mesdjid tetap berdiri dengan kokoh , bukankah ini suatu pertanda bagi kita atas kekuasaan-Nya ?.

Maka Wajiblah kita sebagai manusia Berdoa kepada Allah Swt, Rasullah saw bersabda, Bacalah doa ini di waktu pagi,

"Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya.Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya. Apa yang Allah kehendaki pasti terdjadi, sedangkan apa yang tak Allah kehendaki tak mungking terjadi. Aku megetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu.'(H.R,Ibn al-Sunni)
Siapa yang membaca zikir tersebut di waktu pagi ia akan terlindung dari malapetaka hingga petang. Dan siapa yang membaca di waktu petang, ia akan terlindung hingga pagi" (H.R.Ibn al-Sunni)
Diceritakan bahwa jika hendak tidur, Nabi Muhammad saw. berdoa "Ya Allah, selamatkan aku dari siksa-Mu di saat Kau bangkitkan para hamba-Mu 3 x . biasa meletakan tangan kanannya di bawah pipinya. ( H.R. Abu Dawud dan al-Tirmidzi ) dari Buku Zikir Penenteram Hati Ibn ' Atha'illah ( w.709 H / 1350 M ) Penulis Al-Hikam