LAGU JAMBI (SUMSEL)

Pakaian Adat Palembang

Pakaian Sumatera Barat

Pakaian Sumatera Barat
Foto Bersama

Jembatan Ampera

Kontributor

Kamis, 20 Agustus 2009

Tour Jakarta Bangkok (Thailand).4


Hari ke 4 di Bangkok Kembali ke Indonesia

Pukul 07.30 Pagi waktu setempat kami Chek out dari Emerad Hotel tentunya setelah sarapan pagi, langsung menuju Air Port Suvarnabhumi Bangkok semua bagasi harus melalui pemeriksaan imigrasi cukup memakan waktu, barang2 bawaan yang dibawa di cabin juga diperiksa dengan ketat, barang merupakan minyak wangi, odol ,minum kaleng maupun alat pembersih muka , tidak boleh dibawa kalau ketahuan barang tersebut harys ditinggal. Sebaiknya paspor maupun surat keterangan yang diperlukan untuk keimigrasian sebaiknya jangan dimasukan di koper karena kalau barang sudah masuk ke bagasi tidak bisa di ambil.

Sambil menunggu masuk ke ruang tunggu kami pergunakan untuk berfoto dan bebelanja serta melihat kemegahan dari Air Port yang konon terbesar termegah di Asia, adapun penerbangan kembali ke Jakarta jam 11.05, setelah semua barang diperiksa kami semua masuk ke ruang tunggu waktu tempuh adalah lebih kurang 3 jam kami transit di Kuala -Lumpur. Bangkok Kuala Lumpur ditempuh dalam dua jam, di Airport Kuala Lumpur pesawat mendarat jam 14.00 waktu setempat, kami sempat makan siang dan berada lebih kuran 1/ 2 Jam,

Di Kuala Lumpur kami ganti pesawat menuju ke Air Port Sukarno Hatta Indonesia setelah melalui pemeriksaan imigrasi lansung menuju pesawat yang akan membawa kami kembali ketanah air dengan membawa suatu kenangan dari Negara Bankok Thailand, dipesawat kami semua diam dan tidur dengan membawa suatu mimpi kapan lagi kami dapat melihat suatu Negara tetangga yang lain, menjelang jam 17.30 kamipun mendarat di Air Port Sekarno Hatta, setelah semua barang bawaan kami terima kami langsung menuju rumah mansing kecuali teman2 dari daerah lain mereka masih menginap 1 hari lagi di Hotel Kartika Chandra, maka berakhir sudah acara tour kita Bangkok- Pataya kali ini selama 4 hari 3 malam.

Sampai jumpa lagi dalam Tour Berikutnya.

Emran Hassan.





Tour Jakarta Bangkok (Thailand) 3







Hari ke 3 ( tiga ) di Bangkok


Mengunjungi Objek Wisata Noongnoch Village

Kesesokan harinya setalah sarapan pagi jam 07.00 kami bersiap2 untuk melanjutkan perjalanan kembali, setelah semuanya lengkap tepat jam 08.00 pagi bis-pun bergerak menuju ke perternakan lebah penghasil madu dari Thailand, adapun yang memberikan presentasi adalah orang Indonesia yang sudah menetap di Thailand, kami diterima dengan disuguhi minuman madu dingin dan diberitahu jenis lebah, dan bunga yang baik untuk menghasilkan madu, yang paling baik penghasil madu tersebut adalah bunga opium,juga dipakai sebagai bahan pembuat narkotik, dan biji dari bunga opium tersebut bisa juga dibuat untuk obat batuk yang sudah kronis, semua itu dapat dibeli di pusat pengembangan pembuatan madu tersebut.

Perjalanan dilanjutkan menuju objek Wisata Noongnoch Village Pusat seni budaya masyarakat Thailand yang tempuh lebih kurang 1 jam, pertama tama kami melihat pertujukan tari tarian dari budaya Thailand dengan beraneka jenis tarian yang menarik bagi kami, dan paling popular adalah seni bela diri khas negeri ini, adalah Thai Boxing aktrasinya sudah dikemas sedikian rupa walaupun tetap menonjolkan adegan keras juga diselingi dengan degelan yang menghibur para penonton yang beragam dari beberapa Negara. Kemudian kami melanjutkan melihat aktraksi pertujukan Corocodle yang juga sangat menegangkan bagaimana seorang Pawang Buaya dan Asistennya bermain dengan buaya.

Mulai dari bercanda dan mengoda buaya serta mencium buaya sampai dengan adengan memasukan kepala kedalam mulut buaya dengan giginya yang tajam tsb. Masih dalam satu komplek kami lalu menuju kesalah satu pertujukan lagi yaitu atraksi dari beberapa gajah, antara lain melukis bunga di baju kaus, bermain bola sepak, bermain bola basket serta bersalaman dengan para penonton semua itu tentunya di pandu oleh pawangnya masing2, yang sangat menarik mereka berkeliling agar penoton mau memberi tip, setiap mereka selesai melaku aktrasi2 nya, apabila penonton memberi uang mereka mengambilnya, tetapi apabila penonton memberikan yang lain seperti buah dan lain2 gajah tersebut tidak akan mengambilnya , jadi gajah tsb betul2 sudah dilatih secara propesional, dan sangat mengerti dengan nilai uang. Setelah melihat bermacam aktraksi tersebut hari sudah menunjukan jam 11.30 siang kami dikumpulkan untuk menikmati makan siang yang sudah dipesan, dan tempatnya juga dalam lokasi Arena Noongnoch Village, disini saya sempat berfoto bersama dengan turis dari Negara Korea.

Setelah beristriahat kira2 1 ( satu) jam kamipun kembali melanjutkan perjalan menuju VSK GEM FACTORY pusat pembuatan batu permata asli atau berlian, bermacam macam warna jenis, nama dari berlian tsb yang saya sendiri kurang begitu hapal, mengenai ukurannya ada besar, sedang, kecil, dengan harga yang bervariasi dari Rp 500 ribu s/d jutaan rupiah mata uang kita. Setelah puas melihat lihat cara bagaiman proses pembuatan dari batu asli mulai dari yang berbentuk batu kemudian dipecah sesuai dengan ukuran yang diinginkan, lalu diasah sampai betul2 sudah berbentuk serta berkilau selanjutnya diikat dengan Mas 22 karat maupun dengan Mas putih.

Kerena hari sudah menjelang sore, sedangkan acara masih akan dilanjutkan lagi ke pusat belanja yang terkenal di Thailand yang kalau di Indonesia Mangga Besar Mall, adapun namanya terkenal di kota Bangkok.yaitu MBK ( Mahboonkrong ) SHOPPING MALL, kamipun berkeliling mencari sesuatu yang mungkin tidak ada di Indonesia untuk dibawa sebagai oleh2, apabila melakukan tawar menawar cukup memakai calculator , penjual sebagian sudah agak mengenal sedikit bahasa indonesia jadi tidaklah begitu sulit untuk komunikasi,.Setelah puas berkeliling saya hanya membeli sebuah beberapa koas Armi look dan beberapa pakaian anak2 untuk cucu di Medan.
Lebih kurang jam 8.00 kami semua kembali menuju bis yang akan membawa kami pulang kehotel, sebelumnya kami makan malam disebuah hotel yang namanya saya agak lupa,, baru kemudian kami menuju ke hotel Emerad Hotel dimana tempat pertama kami menginap pada hari pertama, sesampai dihotel kamipun menuju kamar masing karena sudah seharian kami mengadakan perjalanan yang cukup melelahkan untuk segera beristrirahat .


Bersambung

Tour Jakarta -Bangkok (Thailand) 2






Hari ke 2 ( Dua). Di Bangkok

Mengunjungi Objek Wisata The Royal Grand Place dan Wat Arun Temple

Keesokan hari setelah semua sarapan pagi acara dilanjukan untuk mengujungi The Royal Grand Place ( Temple ) di dekat komplek istana Raja yang terkenal dengan sebutan 1000 (seribu) Tample , areanya sangat luas sekali empat persegi, saya tidak tahu pasti, berapa luas sesungguhnya , setelah membeli tiket kami dipersilahkan masuk dan diberi waktu 1 jam untuk keliling melihat kemegahan The Royal Grand Place ( Tample) yang dilapisan emas, kamipun berpencar masing2 melihat apa yang disukai, dan masuk kedalam candi sambil berfoto bersama, untuk dijadikan suatu kenang kenangan apabila sudah sampai kembali ke Indonesia. Setelah puas berkeliling dan berfoto foto kami segera berkumpul kembali untuk melanjutkan perjalanan

Route Selanjutnya adalah mengunjungi Chao Praya dengan perahu Motor, hari baru menunjukan pakul 9.00 pagi cuaca sangat cerah waktu kami menaiki perahu motor,, arus sungai lumayan deras dan berombak air nya jernih tidak banyak sampah yang dibuang kesungai. Lebih kurang 15 menit kamipun sampai di Chao Praya yaitu tempat pusat belanja murah, yang dagangannya bisa ditawar dengan bahasa Calculator uang rupiahpun mereka bisa terima setelah disesuaikan dangan mata uang Thailand yaitu Bath.Teman 2 semuanya menyerbu penjualan souvenir untuk oleh2 dibawa ke Indonesia, sehingga untuk melihat Wat Arun Temple jadi terlupakan. yang letaknya bersebalahan dangan pusat penjualan Souvenir tsb.

Bentuk dari Wat Arun Temple ( Candi ) ini berupa kerucut yang sangat tinggi sehingga untuk mencapai puncaknya dibutuhkan tenaga extra kuat dan prima, sehingga saya dan istri memutuskan tidak menaiki Tample (Candi ) tsb, cukup melihat dari kejauhan saja dari samping dan tidak menaiki Tample , kemudian saya dan istri ikut juga berbelanja membeli beberapa lusin kaus khas Thailand, kerajinan tangan, gelang kristal, Tas, serta gantungan kunci yang dilengkapin jepit kuku.

Setelah puas berbelanja rombongan segera kembali ke perahu untuk kembali lagi keseberang, diatas perahu kami diberi sebantal roti tawar untuk dilemparkan kesungai, untuk memberi makan ikan patin, yang diangap keramat bagi masyarakat thailand dan tidak diperolehkan dipancing maupun dijaring ( dijala). Sehingga ikannyapun besar2 dengan bebas mereka melahap roti yang dilemparkan ke dalam sungai .Melihat kenyataan ini hati saya tersetuh bagaimana tidak, mereka (Masyarakat Thailand) betul2 patuh menjaga adat budaya mau pun kepercayaan nenek moyang mereka, dan bagaimana kalau kondisi ini berada di Indonesia, tentunya ikan tarsebut akan di pancing atau dijala serta hasilnya akan dijual kepasar demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Setelah makan siang di sebuah Restoran dengan ber macam menu seperti Tom Yang dengan rasa asem2 pedas, Ayam Goreng dengan daun kemangi, banyak lagi yang saya sendiri kurang tahu jenis masakannya, perjalanan dilanjutkan menuju Objek Wisata ke Pantai Pattaya, yang sangat terkenal bagi turis2 Asia maupun turis manca Negara, Pantai Pattaya ini sempat dibikin judul lagu oleh Band Dara Puspita dari Indonesia asal kota Surabaya pada era tahun 70 puluhan. Meraka sangat terkesan dengan keindahan pantai dengan pasir putih yang di buat sebagai lirik lagu, dan lagu inipun menjadi terkenal walaupun pada waktu belum banyak masyarakat Indonesia yang pergi melihat kesana.

Perjalanan menuju ke Pantai Pataya memakan waktu lebih kurang 4 jam, udara pada waktu itu cukup panas sekali, walaupun Bis yang kami tumpangi memakai AC teman2 kebanyak tidur2an menjelang jam 5.00 sore hari, kamipun memasuki wilayah Pantai Pattaya. Sebelum sampai menuju hotel kami mampir sebentar untuk menyaksikan Pertujukan ALCAZAR SHOW yang jumlah Artis2nya lebih kurang 50 orang terdiri dari Waria asal Thailand kecantikan mereka benar2 luar biasa, melebihi wanita pada umumnya, kulit mereka putih halus mulus terurus, bodynya langsing-langsing, berdasar informasi yang kami dapat sangat mereka memang sangat rajin mengurus tubuh mereka, karena itu adalah modal mereka sebagai Aktris Show.

Atraksi dari merekapun tidak kalah hebatnya berbagai aksi demi aksi mereka tampilkan berbagai tari nyanyi, maupun lawak mereka tampilkan, termasuk beberapa lagu, baik dari Thailand, Singapore, Malaysia dan tak lupa juga lagu dari Indonsia, mereka menyanyikan dengan irama dangdut. Tak terasa lebih kurang 1 jam mereka menghibur kami makapun pertujukannyapun berakhir, Diluar gedung kamipun dapat berjumpa dengan Artis2 Waria tesebut dan beberapa teman ada yang berpose bersama mereka dengan memberi tip beberapa Bath mata uang Thailand.

Jam sudah menunjukan pukul 7.00 malam selanjutnya perjalanan kami lanjutkan menuju A. ONE Hotel yang sudah dipesan sebelumnya, keberadaannya persis dipingir pantai Pattaya bangunannyapun sangat arsistik kerena bentuknya merupakan kapal yang sendang sandar didamarga pantai Pattaya. Setelah semuanya mendapat kunci kamar kami langsung menuju kekamar masing2 untuk beristrirahat sejenak untuk membersihkan badan dengan mandi air hangat, selesai mandi kamipun menuju ruang makan yang sudah dipersiapkan oleh hotel sebagian dari pelayanan kepada tamunya.

Selesai makan malam kamipun diberi kebebasan untuk membuat rencana masing2 karena malam ini tidak ada acara khusus, setelah melihat pertujukan ALCAZAR SHOW, teman2pun membuat groep masing dangan acara yang mereka telah tentukan, Pantai Pattaya terkenal dengat pusat hiburan malam bagi turis asing, baik berupa cafe2, pusat2 belanja, oulet2 suvenir , termasuk life shownya, saya mendapat informasi dari gaide tentang ada hiburan life show yang banyak membuat para turis jadi penasaran untuk tidak melihatnya. Saya pun berunding dengan istri apakah mau untuk melihat life show tersebut dengan bayarannya sekitar 200 bath Thailand.

Dengan beberapa teman yang lain, kamipun berangkat menuju tempat life show dengan diantar oleh gaide pake kendaraan bis, setiba ditempat tersebut kamipun masuk dan semua hpn tidak boleh dibawa masuk, pertunjukannya sudah dimulai disebuah ruangan yang luasnya lebih kurang 50 m persegi dengan diberi balkon untuk penonton, Saya dan Istri memilih naik ke balkon agar dapat melihat lebih jelas karena dibawah sudah penuh dengan penonton yang telah datang lebih awal. Penontonnyapun bermacam-macam dari turis asing dari beberapa negara termasuk warga thailand sendiri.

Pertunjukan adalah biasa biasa saja, layak sebagai wanita2 model yang mempertunjukan baju buatan dari designer2, mereka masuk kepanggung satu persatu satu mereka berjalan dengan gayanya masing2 maupun dengan atraksi lainya, tetapi disini yang ditampilkan adalah keindahan dari bentuk tubuh mereka yang mulus karena usia mereka masih muda2 kira 20 tahun s/d 25 tahun , mulai tampil dengan berpakaian seadanya, kemudian sambil berjalan melengang lengok sambil melepaskan satu persatu pakaian melekat dibadan mereka, kemudian yang tinggal hanya badan mulus mereka tanpa sehelai benang / atau baju yang melilit ditubuh mereka. Atraksi mereka berjalan terus menerus dengan jumlah model kira2 15 orang berganti ganti, sampai menyelesaikan satu paket , kemudian diteruskan dari awal lagi sedang pengunjung terus berdatangan.

Setelah melihat atraksi lebih kurang 45 menit kamipun keluar untuk kembali ke hotel dengan membawa suatu kenangan yang baru dinegeri orang, sebelumnya saya dan istri masih sempat menikmati kehidupan dipantai dengan deburan ombak yang cukup jelas terdengan dari pinggir jalan, cahaya lampu menerangi tempat2 hiburan yang banyak memenuhi jalan di Pantai Pattaya tsb. Menjelang pukul 10.00 malam sayapun kembali ke hotel untuk beristrirahat karena besok akan melanjutkan perjalanan lagi sesuai dengan acara yang telah ditentukan.

bersambung

Senin, 06 Juli 2009

Tour Jakarta Bangkok






Tour Jakarta Bangkok Dengan Bumiputera

Hari 1 ( Pertama) di Bangkok

Pada Tangal 5 Pebuari 2008 jam 17.00 wib kami berjumlah 60 Org dari sejumlah daerah di Indonesia di kumpulkan di Hotel Century dalam rangka perjalan Tour ke Bangkok, ini adalah reward dari Bumiputera yang diberikan kepada Marketing yang telah berhasil mencapai target Rp 1,5 Milyard utk periode thn 2007.

Kami di jamu makan malam disamping untuk briefing terachir juga pemberian uang saku dan menginap semalam untuk keberangkatan besok jam 7.00 pagi. Setelah makan malam

Ketua Rombong dari travel memberikan penjelasan hal untuk keberangkatan , Rombongan dibagi dua yaitu, rombong pertama diberi tanda pita merah dan rombongan kedua diberikan pita hijau. Setelah selesai jam 21.00 kamipun dipersilahkan beristrirahat setelah masing2 diberikan kunci kamar dan kebetulan saya membawa istri jadi kami diberi satu kamar.

Keesokan pagi, setelah semua sarapan pagi tempat jam7.00 wib rombongan berangkat menuju Bandara Sukarno - Hatta, Tiba di Bandara jam 09.00 wib kita langsung Check in / Boarding dan Jam 11.10 wib pesawat take off menuju Bankok Via Kualaumpur dengan MH 710 dengan masa penerbangan ke Kualalumpur lebih kurang 3 Jam. Tiba di Kualalumpur jam 14.10 dan Transit, melanjutkan perjalanan menuju Bangkok dengan pesawat Malaysia airlines – MH 782.

Jam 16.20 kami tiba di Airport Bangkok Suvarnabhumi yang masih baru diresmikan yang bisa menampung puluhan pesawat dari beberapa Negara, juga dengan kapasitas landing dan take of dua jalur sekaligus. Kami semua turun dari pesawat untuk pemeriksaan imigrasi berbaur dengan penumpang lain yang sama 2 tiba di Bendara Bangkok tsb, antriannya cukup panjang memakan waktu cukup lama utk pemekriksaan Imigrasi.

Setelah semuanya selesai dengan urusan imgrasi, dengan dipandu petugas Travel di Bangkok, kami menuju mobil yang sudah disiapkan dan kami difoto bersama dengan sorang wanita Thailand dengan dikalungi seuntai bunga. Selanjutnya berserta rombongan kami dibawa kesebuah Restoran bernama Royal Dragon untuk makan malam, yang menurut Gaide adalah Restoran terbesar disana, untuk melayani tamu para pelayannya harus memakai sepatu roda agar cepat dalam memberikan pelayanan .

Selesai makan malam kami langsung menuju hotel bernama Emerad Hotel dengan alamat 99/1 Ratchadapisek Rd Din Daeng yang sudah dipesan terlebih dahulu oleh rekanan dari Travel Jakarta. Sampai di Hotel jam sudah menunjukan pk 20.30 malam, setelah diberi kamar masing 2, kami disuruh beristirahat karena pada malam itu tidak ada acara, tapi bagi yang mau berjalan jalan dipersilahkan, akan diantar oleh Gaide , teman2 ada yang ingin melihat acara yang popular bagi Tourist adalah pertujukan Tiger Show Plesetan ( Thailand Girl Show ) merupakan aktraksi extrim antara Pria dan Wanita, sedangkan saya dan istri memilih untuk istirahat dan tidur.

Bersambung

Selasa, 02 Juni 2009

Pernikahan dengan pakaian adat Sumatra Barat









Pernikahan Antara Sumtera Barat dengan Betawi

Kembali aku menjadi Among Tamu pada pernikahan Keponakan pada Tgl 09 Mei 2009 bertempat di TMII Antara Erzan Bahsan Putra dari Drs Bahsan dari daerah Sumatera Barat dan Vanny H Ruslan dari Daerah Betawi dan yang dipakai adalah Adat Sumatera Barat. Sedang yang dipakai adalah pakaian dari daerah Sumatera Barat. Berbeda dengan perkawinan dari daerah lain, chususnya perkawinan dari Sumatera Barat sedikit Unit.

Secara Chusus banyak sekali ritual2 yang harus dilakukan kalau menurut yang sebenarnya, tapi disini yang diutamakan adalah acara penyerahan carano kepada calon penganti Pria dari pihak mempelai wanita dimana, disini pihak calon mempelai Wanita harus melakukan peminang dengan membawa symbol sebuah tempat ( Carano ) yang mana didalamnya berisikan beberapa lembar daun sirih hijau, kapur sirih, sebuah pinang, gambir dan sebungkus rokok yang akan diserahkan kepada calon mempelai pria sebagai tanda bahwa keluarga wanita menginginkan calon mempelai pria menjadikan suami dari anak perempuan keluarga calon mempelai wanita.

Jam 7.30 pagi acara untuk peminanganpun dimulai kami dari pihak mempelai pria sudah bersiap-siap menantikan kedatangan dari keluarga calon mempelai wanita, kedatangan perwakilan mempelai wanita itupun kami sambut dan kami persilahkan masuk kedalam rumah, dengan diwakili tetua dari calon mempelai pria kamipun menanyakan maksud dan tujuan dari kedatangan mereka, dengan sedikit berbasa basi dengan bahasa minang mereka lalu menyampaikan maksud dan tujuan mereka sambil menyerahkan tempat ( carano ) yang berisikan daun sirih dan kelangkapnya itupun kami terima.

Setelah itu wakil dari tetua pihak mempelai Pria meminta waktu untuk kami beruding sebentar, meminta kesepakatan apakah pinangan pihak wanita itu dapat diterima atau tidak, kamipun sepakat untuk diterima, kemudian tetua kami mengambil sehelai daun sirih,sedikit kapur, dan gambir kemudian dalipat dimakan, secara simbolis dangan dimakannya pemberian dari pihak mempelai wanita, ini sudah menunjukan bahwa pinangan pihak mempelai wanita diterima.

Kemudian kami menuju ke mesdjid yang ada di komplek TMII untuk melangsungkan akad nikah dari kedua calon mempelai ini, dimesdjid kami sudah ditunggu penghulu dari ( KUA) , ijab Kabul segera dilaksanakan cermat dan singkat, setelah kedua mempelai selesai mengucakap ijab Kabul selanjutnya dari pihak mempelai pria , sesuai dengan adat minang maka dilaksanakan pemberian gelar dari Datuk dari suku Chaniago , gelar dibacakan oleh tetua kami dan gelar diberikan kepada mempelai pria dengan gelar Sutan Mandjo Indo .

Selanjutnya kedua mempelai disuruh memohon restu dari masing 2 kedua orang tua mereka, kalau adat Jawa yaitu acara sungkeman , setelah doa restu diberikan kepada kedua mempelai serta kami menuju gedung utama untuk menganti pakaian minang sebagai perlambang adat minangkabau, sayapun menganti pakaian dengan pakaian adat minang sebagai Among Tamunya. Selesai menganti pakaian kamipun bersatap bersama-sama kedua mempelai dengan santapan Lontong Cap Gohme supaya pada saat menerima tamu nanti tidak kelaparan atau masuk angin karena jam 11.00 siang para tamu undangan mungkin sudah pada datang sesuai dengan undangan yang diberikan, setelah semuanya selesai bernganti pakaian semuapun bersiap-siap untuk menempati sesuai dengan posisi masing-masing.

Tepat jam 11.00 siang kedua mempelai diiringin dengan musik khas daerah masuk keruangan resepsi menuju pelaminan untuk disandingi sebagai Raja & Pemasuri sehari , tamu2pun sudah banyak yang datang menunggu pengantin memasuki ruang dengan sabar, untuk memberi doa dan ucapan turut berbahagia atas pernikahan kedua mempelai. Suasana Minangkabau banget karena panggung di design dengan gaya rumah minangkabau bentuk khas rumah minang seperti ujung atap rumahnya runcing menyerupai tanduk kerbau.

Tamunya satu persatu menaiki pangung untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai dan selanjutnya dipersilahkan melahap makanan yang kami siapkan, meraka juga dihibur dengan musik organ tunggal dengan menyanyikan lagu daerah minang, tamu yang hadir juga cukup banyak tapi semuanya mendapat makanan yang cukup karena disediakan dengan berbagai rupa seperti, Nasi kapau, sate Padang , siomay, nasi goreng , es Krim , buah2 an minuman dan lain – lainnya.

Pukul 13.00 siang pesta penikahanpun selesai berakhir , maka berakhir juga tugas saya sebagai Among Tamu untuk kemudian kembali lagi melayani Customer untuk keesokan harinya sebagai tugas rutin dari perusahaan tempat saya berkerja.

Selamat Atas pernikahannya Erzan dan Vanny semoga kalian dapat menempuh hidup yang baru dalam rumah tangga dan dikarunia anak-anak yang sehat, cerdas dan berahlak serta mencitai kedua orantuanya. Amin

Dari Om Emran Hs & Kel.

Jumat, 22 Mei 2009

Pernikahan dengan Pakaian Palembang







Pernikahan Dilaksanakan Secara Adat Palembang
Nita & Vandy

Pada tanggal Minggu, 15 Maret 2009 saya ikut sebagai Among tamu pada acara Pernikahan Mainita Hidayati ( Nita ) Putri dari kel H.Keman AS dari suku Jawa, teman Sejawat dari AJB Bumiputera 1912, dengan Vandyarman Mulya Priyanda ( Vandy ) Putra dari Ir H Chrisna Damayanto dari suku Palembang, bertempat di Gedung Bidakara, Birawa Room Hotel Bumikarsa Pancoran-Jakarta Selatan.

Tepat pukul 11.00 Wib Acara dilaksanakan dengan adat pelembang kedua pengantin memasuki ruangan repsesi dengan urutan kedua mempelai, Ayah & Ibu kedua mempelai, Saudara kandung kedua mempelai, menuju kepelaminan untuk disandingkan dengan di irinngi Rabana dan di kawal dua orang prajurit berpakaian adat Palembang dan disambut oleh beberapa penari yang juga berpakaian daerah Palembang.

Dengan diselingi tari dari penari Putri yang cantik2 berpakaian daerah Palembang dan pantun, membuat tamu yang hadir dengan cermat mengikuti acara perhelatan pernikahan tsb, mereka dengan sabar menunggu kedua mempelai tersebut naik ke atas panggung menuju singgahsana untuk di sandingkan sebagai Raja & Pemasuri sehari. Yang nantinya kedua mempelai akan menerima Ucap selamat dari tamu2 yang mereka diudang.

Kemudian kedua orang tua mempelai dengan diwakili oleh masing pihak memberikan sambutan berupa petuah2 maupun wejangan mengenai pernikahan agar kedua mempelai tersebut dapat melewati masa2 sulit dalam mengarungi samudra kehidupan,dan menjadikan mereka sebagai keluarga berbahagia sampai di hari tua mereka, selanjutnya pembacaan Doa untuk kedua Mempelai oleh Ustad Swasono agar mereka nanti bisa menjadi keluarga Sakinah mawadah dan warochmah,

Tempat pukul 11.35 siang setelah pembacaan doa selesai, para tamu dipersilahkan berbaris menuju pelaminan untuk memberikan doa dan ucapan selamat kepada kedua mempelai dan dilajutkan menikmati makan siang yang telah disiapkan oleh kedua mempelai.Dan tak lupa juga para tamu dihibur oleh Simply Six Band untuk menghidupkan suasana pesta pernikahan tsb.

Sedangkan saya sendiri sebagai Among Tamu disibukan menerima tamu yang jumlah cukup banyak, tediri dari kedua belah pihak keluarga maupun teman2 mempelai, dan mempersilahkan mereka untuk menikmati sajian yang ada, banyak juga para tamu2 diabadikan berfoto bersama, dengan kedua mempelai sebagai kenangan2an bagi mereka

Mejelang pukul 13.00 siang tamu2 yang datang mangkin berkurang dan kami dari Among tamu bergatian untuk makan siang ditempat yang sudah disiapkan, kemudian kamipun diabadikan juga berfoto dengan kedua mempelai untuk dokumentasi. Setelah tamu beransur-ansur pulang karena waktu untuk gedung harus selesai dipakai jam 13.00 siang, maka berakhir juga suatu pesta penikahan antara dua suku berbeda yang sangat meriah antara Nita & Vandy, membawa suatu kenangan-kenangan mudah2 sekali untuk semur hidup, yang tak dapat dilupakan oleh kedua mempelai .

Selamat Menempuh Hidup Yang Baru

Semoga selalu berbahagia sampai di Hari Tua

Untuk Nita & Vandy


Selasa, 12 Mei 2009

Pernikahan Septi & Tya







Pada Tanggal 19 April 2009 di JCC Senayan diadakan pesta pernikahan antara Septi Arun Dwi Saputra 25 tahun, Letnan Dua Pernebang TNI AU anak Dari Marsda TNI ( Purn ) Bpk Sutrisno SP dan Kania Devi Restya 24 Tahun, adalah anak dari BpkMarsekal TNI AU (Purn) Djoko Suyanto, mantan Panglima TNI Pertama di Indonesia yang berasal dari kesatuan TNI AU

Saya datang berdasarkan undangan dari keluarga Marsda TNI (Purn) Bpk Sutrisno SP yang merupakan teman sekolah waktu kami sama2 duduk dibangku sekolah SMP III di Palembang pada tahun 1960, beliau waktu itu tinggal di Pelabuhan Udara Talang Betutu.
Tepat pukul 18.30 upacara pesta pernikahan Septi @ Tya diawali dengan Tradisi Pedang Pora , untuk menghormati seorang penerbang dengan barisan pengawal dengan pakaian lengkap kebesaran TNI AU serta senjata pedang terhunus, bebaris dikiri dan dikanan, sedangkan kedua pengatin berada ditengah barisan tsb.

Dengan satu aba2 dari komandan pasukan, diperintahkan bergerak, barisan berjalan perlahan lahan dengan tegap menuju kepelaminan pengantin, diikuti kedua mempelai, mempelai pria memberi hormat secara meliter kepada rekan2nya sedangkan tangan kirinya memengang sebuah lilin yang menyala, semua lampu ruangan aula dimatikan. Setelah sampai didepan pelaminan komandan pasukan memerintahkan pasukannya berhenti, kemudian komandan pasukan memerintahkan pasukan mengelilingi kedua pengantin dengan formasi lingkaran, sehingga kedua mempelai berada ditengah2 tengah lingkaran.

Selanjutnya komandan pasukan memerintahkan kepada semua barisan pengawal untuk memberikan hormat terakhir kepada kedua mempelai, dengan sigap semua pasukan memberi hormat senjata secara meliter, selanjutnya mereka berbalik kebelakang dengan mengangkat pedang mereka, dan membentuk dua barisan kembali, yang satu barisan kesebalah kanan, dan satu barisan lagi kesebelah kiri kembali kedua pengantin berada di tengah2.

Dilanjutkan dengan menyerahkan tropi sebagai perlambangkan dari kesatuan penerbang bahwa mempelai pria sudah sah melepaskan masa lanjangnya, kedua mempelai selanjutnya langsung menuju panggung singgahsana untuk duduk bersanding diikuti barisan pengantar mempelai sebagai Raja sehari . Mereka sekarang harus menerima para undangan, yang datang dari berbagai bagai Angkatan, keluarga kedua belah pihak, lapisan masyarakat maupun petinggi negara antara lain dihadiri Oleh Orang No.1 Indonsia Pres SBY, Wakil Pres Jk serta Ex Ketua Golkar Akbar Tanjung dll.

Hadir juga sebagai pembawa acara sdr Tantowi Yahya desertai Rekannya dari TVRI yang namanya saya lupa, para tamu undangan dengan tertip mengantri dari pintu masuk sampai kepelamin membetuk barisan yang panjang dengan tertip.Saya sendiri dibarisan belakang karena pada waktu acara berlangsung tamu2 sudah mulai berbaris menunggu sampai upacara selesai.

Ini ádalah suatu pesta pernikahan yang meriah yang pernah saya hadiri, antara dua anak mantan petinggi TNI AU (Purn), para undangan yang datang cukup banyak sehingga untuk sampai kepelaminan membutuhkan waktu ½ jam, saya baru bisa mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Setelah tamu selesai bersalaman mereka dipersilahkan menikmati makanan yang sudah tersedia diruang utama, maupun diruang depan dengan berbagai rupa makanan disajikan, Antaranya makanan keraton , somay, kambing guling, eskrem dll semua tersedia tingla kita memilih sesuai dengan selera kita masing2.

Menjelang jam 20.30 ketika saya mau pulang tamu yang datang masih ada, antrian masih panjang sampai didepan pintu masuk, dipakiran dekat pintu masuk saya masih sempat mengambil foto, mobil pengantin Mercedes Merah Ben Sport.



Selamat Menempuh Hidup Yang Baru
Semoga Selalu Berbahagia Sampai
Dengan Hari Tua
Untuk
Septi & Tya

Emran Hassan
20 April 2009